Biru Senja

oktira. love chocolate. love children. love to travelling and doing outdoor activities.waiting a chance to be a teacher.

Marah

Katanya, menahan amarah itu lebih baik, maka aku memilih menahan amarahku dan diam saat itu. Sungguh ijinkan aku menuliskan ini disini. Entah pantas atau tidak kalau aku marah karena ini. Bagaimana tidak geram? Anak kecilnya gizi buruk, mengenaskan, tapi sang bapak masih tetap saja ngebul-ngebul menghisap rokok. #udah mulai gag sante nulisnya. Yang lebih menyesakkan lagi, sang bapak bisanya cuman bisa menyalahkan keadaan. “Ya gimana neng, emang serba susah kalau jadi orang kecil”. Pengen deh, ku ambil rokoknya terus kuinjek-injek. Daripada uangnya dibakar, lebih baik buat beliin sayur dan buah-buahan anaknya. Kan bergizi, murah pula. Tapi ternyata ga bisa begitu caranya. Pencerdasan ke masyarakat harus perlahan dan kontinu. Itulah titik dimana kesabaran dan kesetiaan diuji.